Skip to content

West Sumatra - Interaktif Journey to Paradise

Home arrow Forum
WestSumatra.com
Welcome, Guest
Please Login or Register.
Lost Password?
AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia (1 viewing)
_GEN_GOTOBOTTOM Post Reply Favoured: 0
TOPIC: AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia
#1528
ynapilus (User)
Platinum Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia 2008/11/21 22:50  
Dear All,

Ini adalah USULAN program kampanye untuk “menuju masyarakat pariwisata kelas dunia” dengan judul “Ampek Rancak Limo Lamak Bana - ARLLB” atau "4 Rancak 5 Lamak Bana - 4R5LB". Konsep kampanye ini masih sangat terbuka untuk didiskusikan dan dirubah jika diperlukan. Sudah sekitar setahun saya coba sosialisasikan terus di bbrp milis-milis Minang utama dan bbrp orang sudah membiasakan memasang motto atau 'tag' ini di ujung setiap emailnya. Sekarang saatnya untuk "diuji" secara terbuka...

Tujuannya untuk mencoba menghimbau secara bertahap untuk lebih meningkatkan lagi dan sama-sama memulai membiasakan diri bagaimana menyambut tamu secara LEBIH BAIK LAGI dan ”lebih berkelas” TANPA KEHILANGAN HARGA DIRI. Baik di tatanan lokal maupun dalam skala Nasional dalam rangka mendukung Visit Indonesia Year 2008 dan Visit-Visit berikutnya...

1. Welcoming people
. Agar kita lebih membiasakan diri lagi menyambut dan mempersilahkan tamu dengan lebih hangat, ramah, simpatik, rasa hormat dan saling harga menghargai satu sama lain sesama umat manusia ciptaan Tuhan tanpa memandang suku, agama dan bangsa.

2. Appreciation/Thanksful
. Agar kita lebih membiasakan diri dengan ringan menyampaikan terima kasih untuk mengapresiasi usaha dan tindakan tamu kita walau kecil sekalipun. Setidaknya mereka sudah mau datang dan berkunjung ke “rumah kita”. Terima kasih telah mampir. Terima kasih anda sudi melihat-lihat toko kami. Terima kasih atas komentar positif anda. Terima kasih kalau anda berkenan kembali, dll.

3. Apologize
. Agar kita lebih membiasakan diri menyampaikan kata maaf, walaupun hal-hal kecil yang mungkin dirasa belum memuaskan tamu kita sehingga menimbulkan perasaan nyaman dan hangat bagi tamu. Maaf kalau pelayanan kami belum sempurna. Maaf kalau ada sesuatu yang kurang berkenan. Maaf sekiranya agak merepotkan anda, dll.

4. Calculating
. Agar lebih mencoba menghitung dampak jangka panjang. Agar tidak terjadi inkosistensi dan kenaikan harga tiba-tiba yang mengagetkan para tamu kita yang mendapat harga berbeda satu sama lain. Atau menghitung dampak tindakan-tindakan kita terhadap kemungkinan harapan kembalinya tamu kita ke ”rumah kita” lagi nantinya. Karena jika mereka mau kembali, pasti mereka akan bawa uang lebih besar lagi ke rumah kita untuk dibelanjakan. Juga berhitung tentang kemungkinan tamu yang tidak nyaman akan dengan mudahnya bercerita dan melempar isu melalui milis-milis di Internet. Satu orang menulis, bisa ribuan orang sekaligus membacanya. Bayangkan kalau mereka teruskan lagi cerita ketidak nyamanan tsb ke milis-milis lain.

5. Keep Smiling Face
. Mari kita sama-sama berusaha selalu ramah dan tersenyum kepada siapapun untuk membangun hubungan-hubungan yang lebih baik dan membuat ”memory” yang tidak terlupakan akan keramahan dan kehangatan sambutan kita di mata para tamu-tamu kita. Coba kita bayangkan kalau kita bertamu ke rumah kenalan kita dan air muka tuan rumah menyambut kita hanya dengan muka dingin tanpa ekspresi (lokal: mati urek), tanpa basa basi lalu masih ditambah pula dengan perasaan curiga. Mudah-mudahan ini tidak terjadi didaerah kita...

Kenapa pendekatan ini kita sosialisasikan juga? Karena kita ingin wisatawan agar “bangga, mau kembali dan berulang-ulang” berkunjung ke Sumbar atau ke Indonesia karena terkesan dengan Masyarakatnya yang berbudaya tinggi dan memiliki alam yang luar biasa indahnya...

Jika seorang wisatawan datang untuk 3 hari 2 malam ke suatu daerah, setidaknya ybs akan bayar Hotel, Makan, Minum, Obyek Wisata, Transport, Belanja Oleh2, dll sktr Rp.2 juta. Kalau 1 juta wisatawan yang datang, setidaknya kita sudah dapat income kasar sktr Rp. 2 TRILIUN per tahun...!! Dan salah satu modalnya adalah 4R5LB...!! Silahkan hitung income Malaysia per tahun jika pada Tahun 2006 ada sktr 16 juta orang wisatawan masuk ke Malaysia. Penduduk Malaysia hanya 23 juta orang. Bagaimana dengan Perancis yang penduduknya 60 juta orang...? Kunjungan wisatawan masuk ke Perancis sktr 75 juta orang per tahun...!!!

Hebatnya, Industri Pariwisata merupakan salah satu industri yang paling demokratis di dunia ini. Mulai dari penjaja pinggir jalan, warung2, restoran2, pemandu, tukang parkir, transportasi, toko2 souvenir/cendera mata, kerajinan lokal, losmen2, hotel2, pesawat udara hingga investor kakap mendapat bagiannya secara proporsional. Dan tidak bisa dimonopoli...! Industri jasa apa yang bisa menyaingi Industri Pariwisata secara lebih horizontal dan lebih vertikal dengan modal utama berupa SIKAP dan PELAYANAN...? Semakin banyak yang datang, berarti semakin banyak mereka bawa PITIH, PITIH dan PITIH...! Semoga tidak diartikan dalam pemahaman yang sempit: mencari pitih dengan menjual kampung atau menjual negara... Jika ekonomi bergerak dan meningkat, apakah orang Minang harus pergi merantau dan meninggalkan kampungnya yang indah permai tsb semuanya...?

Untuk itu, silahkan masukkannya agar usulan program kampanye ini bisa kita sempurnakan terus. Baik konsepnya maupun kalimat-kalimatnya. Mungkin tidak perlu kita pertanyakan ini tanggungjawab siapa. Tetapi kalau kita bisa, kenapa tidak kita mulai saja dari kita. Setidaknya kita mulai dari rumah kita sendiri dan ke lingkungan pengaruh kita masing-masing. Cepat atau lambat dengan niat baik dan tulus, pasti akan terjadi perubahan. Krn "yang tetap di dunia ini hanyalah prubahan...".

Mari kita sosialisasikan terus usulan program ini dan kita bangun bersama-sama ekonomi masyarakat secara lebih berbudaya dan simpatik melalui Pariwisata. Walaupun mungkin usulan kampanye ini masih terlalu SANGAT SEDERHANA, tetapi setidaknya harus ada yang berani memulai. Lalu kita perbaiki bersama-sama...

Sekedar mengingatkan saja, Industri Pariwisata adalah Industri RAKSASA bagi yang memahaminya...!

Talabiah takurang mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan dan terima kasih.

Salam,
Nofrins Napilus (klik for photos)
Pemeduli Pariwisata


West Sumatra is Your Next Destination in Indonesia...!



Post edited by: ynapilus, at: 2011/04/15 07:45
  The administrator has disabled public write access.
#1531
saaf10leo (User)
Senior Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia 2008/11/27 05:03  
Pak Nof, bagus sekali. Untuk sosialisasinya sebaiknya kita buatkan sticker pakai karikatur yang lucu, dan kita tempelkan di tempat-tempat umum. Kalau bisa, kita ajak studio teve di Sumbar untuk menayangkan video clipsnya. Dengan demikian kita ciptakan suasana lingkungan yang sesuai dengan kondisi yang kita inginkan.
Wassalam,
Saafroedin Bahar (L,masuk 73, Jakarta)
Ketua Umum, MAPPAS
  The administrator has disabled public write access.
#1534
act2profit (User)
Fresh Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia 2008/11/30 14:00  
Pak Nof, Secara pribadi saya sangat mendukung ajakan
ini. Barangkali, perlu ditambah dengan "Helpful(ness)".
Ini bisa terujud kalau "language barrier" yang masih
ada di Sumbar khususnya, Indonesia umumnya bisa
diminimalisasi.

Bagaimana caranya kita memperbaiki penguasaan bahasa
asing ini, kalau sebagian besar guru-guru bahasa asing
kita tidak "proficient" dan masih banyak pada
level "passive mastery".

Kesadaran bahwa kita harus memacu diri untuk merubah
no. 129 (pintar atau bodoh?)di dunia lebih dulu
ditingkatkan. Seyogianya kita ibarat orang yang sadar:
"kita tahu bahwa kita tidak tahu.Kita bodoh. Kita perlu
belajar dan di ajari"

Terima kasih dan wassalam,

Noersal Samad
L. Menjelang 72
Bogor
  The administrator has disabled public write access.
#1600
Bandarost (User)
Fresh Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia 2009/01/01 16:09  
Saya member baru di West-Sumatra.com, yang masuk ke komunitas ini karena visi, misi, dan tokoh-tokohnya kelihatannya orang-orang ulet dan berorientasi pada suatu end product yang jelas.
Menyangkut AMMPKD dengan moto 4R5LB saya sependapat, dengan catatan bahwa yang disasar oleh 4 dan 5 tersebut barulah SALAH SATU dari pemangku kepentingan (stake-holder) industri pariwisata yang merupakan industri raksasa tersebut.Yang disasar barulah anggota masyarakat. Stake-holder yang lain seperti Pemerintah Daerah, Travel Agent, Tour Operator, yang menguasai Sarana & Prasarana kesehatan, yang menguasai Sarana & Prasarana Transportasi, Media massa, dll belum tersentuh oleh 4 dan 5 tersebut yang sebetulnya kalau "diperas" (ini istilah Sukarno menyangkut Pancasila dulu) 4 dan 5 itu merupakan deskripsi dari 1 : Hospitality.
Menurut pendapat saya seluruh Stake-holder perlu di KISS kan (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, Sistimatisasi) guna mencapai tujuan tersebut.KISS ini istilah "basi" tapi nilai kebenarannya dan kepastiannya sama dengan terbitnya matahari di sebelah Timur.
Kasus Jam Gadang RABUN (teriakan alias shoutingnya pak Pitman tadi malam, yang ditutup dengan kata he...he...he...) dipenghujung 2008 tadi malam sekali lagi menunjukkan fakta bahwa kita di Sumbar memang sejauh mungkin menghindarkan mempunyai pemimpin yang kalau kata orang Barat "melihat tidak lebih jauh dari batang hidungnya". Yang perlu ditutup kan aurat, kok jam gadang yang notabene milik publik sang tax payer bisa ditutup oleh Penguasa. "Kesepakatan" Penguasa (kata inyiak wali :muspida) saya kira hanya untuk kasus dengan kelas "emergency".
Jadi usul saya kalau seluruh stake-holder yang lain (selain masyarakat diatas) kita sederhanakan jadi 1 saja, maka motto tersebut menjadi "Ampek Rancak, Limo Lamak Bana, Anam Samparono". Okelah, mungkin saya salah karena ajakannya kan "menuju masyarakat"....Kapan-kapan saya mendambakan West-Sumatra.com membahas juga para stake-holder penting yang lain tersebut. Terima kasih & Wassalam.
  The administrator has disabled public write access.
#1601
saaf10leo (User)
Senior Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia 2009/01/01 20:54  
Sanak Bandarost yang baik,
Selamat datang di WS.com ini. Pendapat Sanak tentang perlunya diajak semua fihak terkait sungguh benar sekali. Sekarang ini Sanak Aim Zain sedang mempersiapkan segala hal yang perlu untuk terbentuknya 'West Sumatra Tourism Board' atau WSTB. Langkah-langkah pendahuluan sudah beliau ambil. Tinggal menunggu waktu yang pas.

Hanya ada suatu hal yang kelihatannya tak mudah untuk mewujudkannya, yaitu mengajak Pemerintah Daerah untuk berkoordinasi. Mengapa demikian halnya ? Wallahualambissawab. Sanak tanyalah kepada para pegiat wisata di Sumatra Barat.
Wassalam,
Saafroedin Bahar (L,masuk 73, Jakarta)
Ketua Umum, MAPPAS
  The administrator has disabled public write access.
#1602
Bandarost (User)
Fresh Boarder
$msg_posts User Offline Click here to see the profile of this user
Re:AJAKAN Menuju Masyarakat Pariwisata Kelas Dunia 2009/01/02 00:32  
Pak Saaf,
Terima kasih atas quick respond dari pak Saaf.
Cukup mengagetkan untuk mendengar bahwa Pemerintah Daerah adalah salah satu Pemangku Kepentingan yang tidak mudah untuk diajak berkoordinasi. Kemungkinan ini adalah sisa-sisa dari budaya "Top-Down" yang sudah lama melekat di lingkungan mereka, dan susah untuk menerima kenyataan bahwa dalam mengambil keputusan mereka sekarang justru harus berpedoman pada aspirasi yang datang dari bawah/masyarakat (Bottom-Up). Bagaimana nih peranan para wakil rakyat di DPRD ?
Dengan kedaulatan yang sudah berada di tangan rakyat, pada pemilihan pemimpin diberbagai tingkatan di Sumbar seyogianya masyarakat mulai jeli untuk memilih seseorang yang memang punya visi atau kemampuan untuk melihat jauh ke depan (visioner).
Disamping itu, menurut saya industri pariwisata adalah industri yang pada hakekatnya bertumpu pada dunia swasta, atau industri yang memerlukan jiwa dan semangat entrepreneur. Kalau kata orang "kali-kaliannya masuk", banyak orang akan menerjunkan diri ke dunia yang satu ini. Masuk atau tidaknya hitung-hitungan ini tentunya tergantung pada keakuratan pemetaan permasalahannya.
Dalam pemetaan permasalahan yang objektif saya rasa kita tidak dapat bersandar hanya pada potensi yang tampaknya besar sekali (objek yang bejibun). Disamping kejelasan fungsi dan peranan maing-masing stake-holder, kita secara tajam mulai berbicara minimal tentang Opportunity & Constraint (peluang & hambatan).Yah, itulah kira-kira tanggapan spontan dari saya. Terima kasih & Wassalam.

Post edited by: Bandarost, at: 2009/01/02 00:36
  The administrator has disabled public write access.
_GEN_GOTOTOP Post Reply