Dear All,
Ini adalah USULAN program kampanye untuk “
menuju masyarakat pariwisata kelas dunia” dengan judul “
Ampek Rancak Limo Lamak Bana - ARLLB” atau
"4 Rancak 5 Lamak Bana - 4R5LB". Konsep kampanye ini masih sangat terbuka untuk didiskusikan dan dirubah jika diperlukan. Sudah sekitar setahun saya coba sosialisasikan terus di bbrp milis-milis Minang utama dan bbrp orang sudah membiasakan memasang motto atau 'tag' ini di ujung setiap emailnya. Sekarang saatnya untuk "diuji" secara terbuka...
Tujuannya untuk mencoba
menghimbau secara bertahap untuk
lebih meningkatkan lagi dan sama-sama memulai membiasakan diri bagaimana menyambut tamu secara LEBIH BAIK LAGI dan ”
lebih berkelas” TANPA KEHILANGAN HARGA DIRI. Baik di tatanan lokal maupun dalam skala Nasional dalam rangka mendukung Visit Indonesia Year 2008 dan Visit-Visit berikutnya...
1. Welcoming people. Agar kita lebih membiasakan diri lagi menyambut dan mempersilahkan tamu dengan lebih hangat, ramah, simpatik, rasa hormat dan saling harga menghargai satu sama lain sesama umat manusia ciptaan Tuhan tanpa memandang suku, agama dan bangsa.
2. Appreciation/Thanksful. Agar kita lebih membiasakan diri dengan ringan menyampaikan terima kasih untuk mengapresiasi usaha dan tindakan tamu kita walau kecil sekalipun. Setidaknya mereka sudah mau datang dan berkunjung ke “rumah kita”. Terima kasih telah mampir. Terima kasih anda sudi melihat-lihat toko kami. Terima kasih atas komentar positif anda. Terima kasih kalau anda berkenan kembali, dll.
3. Apologize. Agar kita lebih membiasakan diri menyampaikan kata maaf, walaupun hal-hal kecil yang mungkin dirasa belum memuaskan tamu kita sehingga menimbulkan perasaan nyaman dan hangat bagi tamu. Maaf kalau pelayanan kami belum sempurna. Maaf kalau ada sesuatu yang kurang berkenan. Maaf sekiranya agak merepotkan anda, dll.
4. Calculating. Agar lebih mencoba menghitung dampak jangka panjang. Agar tidak terjadi inkosistensi dan kenaikan harga tiba-tiba yang mengagetkan para tamu kita yang mendapat harga berbeda satu sama lain. Atau menghitung dampak tindakan-tindakan kita terhadap kemungkinan harapan kembalinya tamu kita ke ”rumah kita” lagi nantinya. Karena jika mereka mau kembali, pasti mereka akan bawa uang lebih besar lagi ke rumah kita untuk dibelanjakan. Juga berhitung tentang kemungkinan tamu yang tidak nyaman akan dengan mudahnya bercerita dan melempar isu melalui milis-milis di Internet. Satu orang menulis, bisa ribuan orang sekaligus membacanya. Bayangkan kalau mereka teruskan lagi cerita ketidak nyamanan tsb ke milis-milis lain.
5. Keep Smiling Face. Mari kita sama-sama berusaha selalu ramah dan tersenyum kepada siapapun untuk membangun hubungan-hubungan yang lebih baik dan membuat ”memory” yang tidak terlupakan akan keramahan dan kehangatan sambutan kita di mata para tamu-tamu kita. Coba kita bayangkan kalau kita bertamu ke rumah kenalan kita dan air muka tuan rumah menyambut kita hanya dengan muka dingin tanpa ekspresi (lokal: mati urek), tanpa basa basi lalu masih ditambah pula dengan perasaan curiga. Mudah-mudahan ini tidak terjadi didaerah kita...
Kenapa pendekatan ini kita sosialisasikan juga? Karena kita ingin wisatawan agar “
bangga, mau kembali dan berulang-ulang” berkunjung ke Sumbar atau ke Indonesia karena terkesan dengan
Masyarakatnya yang berbudaya tinggi dan memiliki alam yang luar biasa indahnya...
Jika seorang wisatawan datang untuk 3 hari 2 malam ke suatu daerah, setidaknya ybs akan bayar Hotel, Makan, Minum, Obyek Wisata, Transport, Belanja Oleh2, dll sktr Rp.2 juta. Kalau 1 juta wisatawan yang datang, setidaknya kita sudah dapat income kasar sktr Rp. 2 TRILIUN per tahun...!! Dan salah satu modalnya adalah 4R5LB...!! Silahkan hitung income Malaysia per tahun jika pada Tahun 2006 ada sktr 16 juta orang wisatawan masuk ke Malaysia. Penduduk Malaysia hanya 23 juta orang. Bagaimana dengan Perancis yang penduduknya 60 juta orang...? Kunjungan wisatawan masuk ke Perancis sktr 75 juta orang per tahun...!!! Hebatnya, Industri Pariwisata merupakan salah satu industri yang paling demokratis di dunia ini. Mulai dari penjaja pinggir jalan, warung2, restoran2, pemandu, tukang parkir, transportasi, toko2 souvenir/cendera mata, kerajinan lokal, losmen2, hotel2, pesawat udara hingga investor kakap mendapat bagiannya secara proporsional. Dan tidak bisa dimonopoli...! Industri jasa apa yang bisa menyaingi Industri Pariwisata secara lebih horizontal dan lebih vertikal dengan modal utama berupa SIKAP dan PELAYANAN...? Semakin banyak yang datang, berarti semakin banyak mereka bawa PITIH, PITIH dan PITIH...! Semoga tidak diartikan dalam pemahaman yang sempit: mencari pitih dengan menjual kampung atau menjual negara...

Jika ekonomi bergerak dan meningkat, apakah orang Minang harus pergi merantau dan meninggalkan kampungnya yang indah permai tsb semuanya...?
Untuk itu, silahkan masukkannya agar usulan program kampanye ini bisa kita sempurnakan terus. Baik konsepnya maupun kalimat-kalimatnya. Mungkin tidak perlu kita pertanyakan ini tanggungjawab siapa. Tetapi kalau kita bisa, kenapa tidak kita mulai saja dari kita. Setidaknya kita mulai dari rumah kita sendiri dan ke lingkungan pengaruh kita masing-masing. Cepat atau lambat dengan niat baik dan tulus, pasti akan terjadi perubahan. Krn "
yang tetap di dunia ini hanyalah prubahan...".
Mari kita sosialisasikan terus usulan program ini dan kita bangun bersama-sama ekonomi masyarakat secara lebih berbudaya dan simpatik melalui Pariwisata. Walaupun mungkin usulan kampanye ini masih terlalu SANGAT SEDERHANA, tetapi setidaknya harus ada yang berani memulai. Lalu kita perbaiki bersama-sama...
Sekedar mengingatkan saja,
Industri Pariwisata adalah
Industri RAKSASA bagi yang memahaminya...!
Talabiah takurang mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan dan terima kasih.
Salam,
Nofrins Napilus (klik for photos)
Pemeduli PariwisataWest Sumatra is Your Next Destination in Indonesia...!
Post edited by: ynapilus, at: 2011/04/15 07:45