"Pak Abrar, kenapa harus pake acara penampilan Kesenian segala...? Undangan makan malam aja sudah lebih dari cukup buat kami yang cuman Tukang Kodak ini...? Sebagian sudah harus pulang, cuman tinggal 9 orang nih...", ungkap saya ke Pejabat Pemda Tanah Datar ini. "Begitulah kami disini Pak Nofrins. Kami harus menyambut tamu dengan hangat. Itu perintah langsung dari boss. Kalau gak kami dimarahin nanti...". Ahaa... ternyata itulah kuncinya...! Top down direction. Itulah rupanya yang diperlukan dalam menunjang kemajuan suatu daerah. Saya mulai paham, kenapa saya siangnya di arena Pacu Jawi dikawal terus. Begitu juga tamu-tamu yang lain, Prof. Benyamin, Pak Arkadius, dll., selalu ada yang mendampingi. Pemda juga menyediakan Kamar dan Guest House di INDO JALITO bagi kawan-kawan untuk istirahat sebelum makan malam...
Sebelum ke Indo Jalito, saya jam 4 sore sempat diajak dulu melihat Istana Pagaruyuang dan Penutupan Jambore di Bukit Gombak...
Makan malam dilakukan di Restoran PONDOK FLORA, sktr 2 Km dari Batusangkar kearah Baso. Melihat lokasinya, saya yakin kalau siang hari pemandangannya bagus sekali disitu, mengaraha ke Gunung Merapi dan dikelilingi sawah-sawah terrasering. Sampai di restoran tsb, Pak Wakil Bupati dg jajarannya sudah ada disana. Makanan sudah terhidang dan tampak lezat semua. Istri saya sampai rada malu juga ketika anak saya tanpa kontrol langsung bilang: "Wah... aku bakal makan baanyak nih...". Gak lama, Pak Bupati datang menyusul. Pak Dandim gak jadi ikut makan malam, tapi langsung ke Indo Jalito setelah itu...
Sempat terlintas dipikiran saya, jangan-jangan saya dan kawan-kawan datang ke Tanah Bundo ini malah merepotkan kawan-kawan semua. Tapi itu terjawab ketika Pak Bupati Sadiq Pasadiq yang gagah dan keren tsb berpidato malam itu panjang lebar menguraikan tentang Kabupaten Tanah Datar, prestasi pendidikan, kemajuan pembangunan, status Istana Pagaruyuang dan kendala-kendala yang dihadapi Pemda. Saya dan kawan-kawan Minangkabau Photographers malam itu benar-benar serasa tamu agung betul. Sampai salah satu fotografer ada yang nyeletuk krn grogi dilayani seperti itu ketika mau masuk ke Gedung INDO JALITO: "Da, awak masih bau Jawi nih...?".
Terima kasih buat Bupati, Wakil Bupati, Kepala-Kepala Dinas dan semua jajaran yang terlibat dan jadi repot dengan kedatangan kami. Kami yakin, Kabupaten Tanah Datar akan lebih sukses lagi melihat iklim keterbukaan dan kekompakan yang dikembangkan seperti itu. Insya allah...
Silahkan liat bbrp cuplikan foto2 berikut. Sayang di kamera saya gak punya foto-foto waktu makan malam di Restoran PONDOK FLORA. Kalau ada yang sempat, silahkan ditambahkan dengan Reply thread ini nanti.
Foto1: Ketika jam 6 sore saya motret-motert Gedung INDO JALITO ini, tiba-tiba masuk mobil plat merah bernomor 1 dan langsung berhenti ditengah jalan dekat saya berdiri. Pintu terbuka, Pak Bupati turun dengan senyum dan langsung menyalami saya. Itulah pertama kali saya ketemu beliau. Sempat kikuk juga he..he... "Silahkan...silahkan..." sembari beliau naik mobil lagi dan terus kesamping kiri ke kediaman rumah Bupati...

Foto2: The White House "INDO JALITO". Kamar tamu depan di Indo Jalito ini biasa dipakai buat istirahat Pak SBY, Pak Gamawan, Uni Christine Hakim dan tamu2 lainnya. "Uni Christine sampai 12 hari nginap disini... Walaupun acara ke Padang atau Bukittinggi, beliau kembali kesini. Lebih betah disini..." kata salah satu staff dengan bangga.

Foto3: Gaya santai Pak Bupati...

Foto4: Acara hiburan malam itu dibuka oleh 3 orang penyanyi, suaranya bukan main merdunya dan penuh penghayatan. Jatuah kadalam aie mato kito dibueknyo...

Foto5: Kawan-kawan Minangkabau Photographers menikmati hiburan...

Foto6: Ruang dalam Indo Jalito...

Foto7: Sambutan oleh Ketua Minangkabau Photographers, Rudi Gusteno. Sebelumnya saya juga diminta menyampaikan sepatah dua kata.

Foto8: Bupati Kab. Tanah Datar, Sadiq Pasadiq

Foto9: Senangnya bisa mendengarkan suara Saluang...

Foto10: Pak Aulizul, Wakil Bupati, juga tak kalah pula aksinya mendokumentasikan kita malam itu

Post edited by: ynapilus, at: 2009/08/23 06:22