Terima kasih kepada
WS untuk spacenya.
Berawal dari ide teman-teman di
Minangkabau Photographers untuk mengeksplorasi salah satu Gunung yang paling sering didaki di pulau Sumatera, yaitu Gunung Marapi (2892mdpl), maka pada Kamis 9 April - Minggu 12 April 2009 MP telah berhasil melaksanakan Marapi Mount Peak Hunting selama 4 hari pulang-pergi.


Ide itu sendiri tercetus bukan karena terhitung lebih mudahnya pendakian ke Gunung ini, akan tetapi lebih kepada bentangan alam pegunungan yang dimiliki oleh Marapi sangat cocok untuk di eksplorasi lebih lanjut, untuk hal ini tentunya kami melihat lebih dari sisi fotografisnya. Gunung berapi yang masih aktif ini sesungguhnya adalah sebuah kekayaan yang tak ternilai milik Sumatera Barat. Namun demikian gunung ini lebih populer di kalangan pecinta alam dan pendaki gunung saja. Jika dibandingkan dengan alam pegunungan seperti Bromo, tentulah Marapi kalah terkenal. Tetapi pesona yang dimiliki Marapi sebetulnya tidak kalah dahsyatnya dibanding gunung-gunung manapun di Indonesia.
Gunung Marapi yang bertipe stratovolcano ini memiliki bentangan alam yang sangat beragam, dari hutan hujan tropis di ketinggian rendah, vegetasi sub-alpine yang indah, hingga padang tandus tanpa kehidupan di sekitar area kawahnya. Selain itu, Marapi memiliki pemandangan yang sangat indah dari puncaknya. Sebagian besar kawasan-kawasan di Sumatera Barat dapat terlihat dari "atap"nya, dan paling tidak 6 gunung lainnya juga dapat terlihat dengan jelas dari Marapi.
Perjalanan singkat Minangkabau Photographers ke Gunung Marapi selama 4 hari tersebut
ternyata tidak berjalan dengan mudah. Meski sukses, namun kami sempat mengalami beberapa kendala yang cukup mengganggu, salah satunya adalah cuaca yang kurang menguntungkan. Bertepatan dengan tanggal keberangkatan MP hingga pulang kembali ke Padang, hujan tak henti-hentinya mengguyur bumi. Jalur pendakian menjadi sangat licin, kabut tebal seringkali turun membatasi jarak pandang menjadi hanya 2 meter saja. Perjalanan menuju camping area Cadas yang biasanya hanya memakan waktu 5 hingga 6 jam perjalanan normal dari Kotobaru berubah menjadi setengah hari. Rencana waktu itu untuk camp di Taman Edelweiss-pun harus dibatalkan dengan alasan keselamatan. Namun demikian MP masih berhasil mendokumentasikan beberapa keindahan yang ada di gunung yang sudah jadi salah satu ikon Sumatera Barat ini.
Anggota hunting waktu itu adalah
-
Muhammad Fadli-
Rudi Gusteno-
Ardi Junaidi-
Muhammad RidwanBerikut jadwal perjalanan harian waktu itu.
Kamis 9 April 2009
11.00 - Berangkat dari Padang
12.30 - Tiba di Pasar Kotobaru, dilanjutkan dengan makan siang dan belanja tambahan
perlengkapan.
14.30 - Mulai menapaki jalan menuju Marapi
16.00 - Hujan deras menjelang Pasanggrahan memaksa tim untuk camp dan istirahat
di titik awal pendakian dengan kondisi basah kuyup.
Jumat 10 April 2009
07.00 - Hujan reda dan mulai packing tenda, makan pagi dan bersiap untuk melanjutkan
perjalanan.
08.30 - Melanjutkan perjalanan, menambah persediaan air bersih di sumber yang
tersedia di sepanjang jalur pendakian.
10.00 - Tiba di 1750 mdpl
11.00 - Hujan deras tiba datang, tim dipaksa berhenti dan melindungi seluruh
peralatan dengan terpal. Pakaian kembali basah kuyup.
12.00 - Hujan tak kunjung reda, dilanjutkan dengan makan siang dalam kondisi hujan
deras.
14.00 - Hujan reda, perjalanan dilanjutkan dengan kondisi pakaian basah kuyup dan
beban menjadi semakin berat karena air resapan hujan.
15.00 - Tiba di Camping Area (lebih kurang 2000 mdpl), tim melanjutkan perjalanan.
17.00 - Tim mencapai ketinggian lebih kurang 2400 mdpl, hujan deras bonus petir
kembali "hinggap". Tim berlindung sementara.
18.00 - Tim melanjutkan perjalanan.
19.00 - Tiba di Paninjauan. Istirahat sejenak, kembali melanjutkan perjalanan.
20.15 - Tim sampai di Camping Area Cadas (lebih kurang 2750 mdpl). Kelelahan dan
memutuskan untuk camp di lokasi karena tak mungkin melanjutkan perjalanan
menuju Taman Edelweiss yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan.
21.00 - Makan malam dan dilanjutkan dengan istirahat.
Sabtu 11 April 2009
06.00 - Cuaca cukup bersahabat semua berhamburan untuk memotret.
08.00 - Kabut tebal menutupi pandangan.
09.00 - Tim memutuskan untuk membatalkan niat camp di Taman Edelweiss, breakfast
time.
10.00 - Istirahat, memulihkan stamina.
17.30 - Hujan deras beserta angin kencang datang dan tak berhenti hingga menjelang
waktu Subuh.
Minggu 12 April 2009
05.00 - Makan pagi, dan bersiap-siap untuk memotret.
06.00 - Di perjalanan kabut menebal, isitirahat sejenak, memotret dulu setiap momen
yang ada di lokasi istirahat.
07.30 - Kabut mulai menipis karena harus adu kuat dengan cahaya matahari, saatnya
summit attack. Menuju puncak Marpati (bukan puncak tertinggi).
08.30 - Sampai di area puncak, 4 anggota mulai bertebaran. Cuaca cukup bersahabat
meski berawan.
11.00 - Kabut kembali menebal. Meski belum puas, diputuskan untuk turun ke Camping
Area.
12.00 - Tiba kembali di Camping Area Cadas, makan siang dan bersiap-siap untuk
pulang.
13.30 - Hujan deras disertai angin kencang kembali turun. Kepulangan di undur hingga
hujan mereda.
14.30 - Hujan tetap mengguyur dengan intensitas tinggi, waktu terus berjalan.
Akhirnya diputuskan turun dengan kondisi hujan deras.
18.00 - Tim sampai di titik awal pendakian dengan kondisi basah kuyup, kedinginan
dan kelelahan. Langsung menuju Kotobaru.
19.30 - MP sampai di Kotobaru, tak ada angkutan menuju Padang sehingga berbelok
menuju Bukittinggi, menginap semalam sebelum kembali ke Padang.
Berikut foto-foto hasil Marapi Mount Peak hunting 2009-I dan liputannya.
Semoga bisa melepas rindu bagi yang sudah lama tidak naik lagi ke Marapi

Dan mudah-mudahan di masa yang akan datang hasilnya akan lebih baik lagi.
Gunung Singglang & Tandikek. Kota Bukittinggi di kanan bawah.
Kota Bukittinggi dengan latar belakang Gunung Talamau dan Gunung Pasaman.
Kabut pagi dan puncak yang belum dinamai
Jalur Pendakian yang terjal menjelang camping area Cadas
Vegetasi di sekitar camping area cadas
Bebatuan di sekitar puncak Marpati (tonjolan di kiri atas foto)
Refleksi dua orang anggota MP di genangan air yang sudah jadi seperti kolam di sekitar puncak Marpati.
Bebatuan di pinggir genangan air di sekitar puncak.
Awan berarak diantara "kematian" dan "kehidupan"
Batu Vulkanik
Batu Vulkanik dan air hujan yang terperangkap di dalam area kawah
Air yang tersisa di atas bebatuan di sekitar Puncak Marpati
Kawah utama dan puncak Marpati
Foto keluarga lagi 

Lanjutkeeeeeennnn, next page

Post edited by: en84, at: 2009/04/18 23:30